Sabtu, 17 Maret 2012

Ponsel Lokal Model Flip (Clamshell) Berkibar di Pasaran


Maxtron MG-193Maxtron MG-193
Ponsel lokal tercatat masih memiliki taji ditengah gempuran produk-produk branded. Memang, untuk beberapa produk mereka kalah pamor dibanding ponsel-ponsel dari pabrikan besar pemain lama. Namun, tampaknya ponsel lokal tersebut memiliki ceruk pasar baru. Bila sebelumnya ponsel lokal bermain di model QWERTY, serta dual GSM, yang berlanjut ke fitur layar sentuh (touchscreen) maka belakangan para distributor ponsel asal Cina tersebut kembali memasukkan model lipat/flip alias clamshell.

Dahulu ponsel jenis flip banyak dirilis vendor asal Korea seperti Samsung dan LG, bahkan Motorola lewat seri Razr-nya. Tapi untuk saat ini para pabrikan branded itu jarang (tak lagi) menelurkan model serupa.  Dan, kini posisi ponsel popular itu coba ‘diambil alih’ oleh vendor lokal. Langkah yang diambil ponsel lokal rasanya tepat, dimana seiring tren ‘Korea’ yang melanda negeri ini. Bisa dilihat kini bermunculan boys & girl band yang beraliran K-Pop, yang tercatat memiliki banyak penggemar. Bahkan gaya hidup yang mengacu pada artis asal Korea pun ditiru, yang salah satunya tren ponsel lipat.

Berdasarkan pantauan PULSAonline di pusat penjualan ponsel ITC Roxy Mas, Jakarta, model ponsel lokal berdisain lipat memang banyak diburu konsumen, khususnya kalangan muda. Memang, masih beberapa saja yang coba eksis seperti Polytron Glozz PG 5000Q, Mito 680 iFlip Mei, Nexian FlipTV NX-G925, Tinmo F22, HT CL35, Venera ego 511, IMO F360 serta Maxtron MG-193 a.k.a Maxtron Chibi.

Guna menjaring pembeli, tiap vendor pastilah memiliki strategi sendiri, termasuk dalam metode dan bahasa promonya. Selain itu, disain flip yang ditawarkan pun beraneka ragam. Misalnya Maxtron MG-193, dimana mengusung konsep lipat yang disertai lampu LED unik, dengan motif bunga. Alhasil, selain tampil fesyenabel juga  terlihat lebih atraktif. Tak hanya itu, bahkan Maxtron mengusung brand ambassador yang kini tengah naik daun yakni Girl Band Cherrybelle.

Hal berbeda dilakukan MITO, lewat produknya Mito 680 "Flip Me", yang mengangkat Olla Ramlan sebagai brand ambassadornya. Mito Flip Me mengutamakan tampilan desain yang elegan, dimana dibalut sentuhan warna memikat.
Mito Flip MeMito Flip Me
Masih berdasarkan pantauan di beberapa gerai di pusat perbelanjaan ponsel terbesar di Jakarta itu, produk bergenre flip lokal laris peminat karena memiliki pula fitur yang cukup lengkap serta dengan harga yang terjangkau. Juga, didukung oleh promosi yang relatif gencar. Tak ayal para konsumennya yang kebanyakan kalangan pelajar wanita antusias ingin memilikinya.
Apakah nantinya ponsel lokal model flip ini akan kembali menemukan "jalurnya", untuk sukses di pasaran serupa produk-produk sebelumnya, yang model QWERTY dan touchscreen? Atau pabrikan branded bakal kembali fokus di celah ini, untuk mengganjal laju ponsel lokal, mengingat saat ini pun mereka sudah memiliki beberapa produk sejenis meskipun fiturnya standar. Sebut saja Samsung C5320 dan E1195. Dan, bila ingin merebut hati konsumen maka ponsel branded harus menambah fasiitas, agar sesuai dengan kebutuhan pasar.

Jika hal itu terjadi, maka vendor lokal harus siap memainkan strategi baru untuk tetap mendapatkan perhatian konsumen tanah air

Tidak ada komentar:

Posting Komentar